5 Dampak Perdagangan Yang Mengejutkan pada Kehidupan Sehari-Hari Anda

Friday, February 14, 2020

Nilai tukar valuta asing secara langsung memiliki dampak pada kehidupan sehari-hari Anda. Mulai dari dampak dari nilai tukar Dolar dan Rupiah setiap harinya, terhadap barang impor misalnya. Baca lebih lanjut di sini tentang bullish dan bearish di saham dan valas. Jadi tidak melulu hanya saat Anda bepergian ke luar negeri.

Bahkan harga minyak dan gas, ketersediaan pekerjaan sampai investasi terdampak secara langsung dari perdagangan valuta asing di Indonesia. Berikut 5 dampak perdagangan nilai tukar di masyarakat Indonesia sehari-hari.


Barang Impor

Mata uang asing yang melemah akan memiliki dampak pada nilai tukar Rupiah yang akan cenderung menguat. Dimana berakibat pada harga barang impor yang lebih terjangkau. Logikanya, saat iPhone 11 seharga $699 masuk Indonesia misalnya, saat Dolar senilai Rp. 14.200, berarti jika dirupiahkan akan senilai Rp. 9.925.000. Sedangkan hari ini, Dolar hanya berkisar Rp. Rp. 13.665, Anda bisa membeli iPhone 11 dengan nilai yang sama $699 dengan harga yang lebih murah, Rp. 9.552.000.

Anda bisa belanja barang impor lebih banyak di waktu Rupiah menguat, atau valas melemah, karena itu cek berkala nilai tukar valas sebelum melakukan transaksi.

Sebaliknya, pedangang dalam negeri yang melakukan ekspor bisa sangat diuntungkan dengan melemahnya Rupiah karena berarti mereka bisa menghasilkan lebih banyak Rupiah dari setiap Dolar yang didapatkan. Tidak ada yang salah dari penurunan atau peningkatan nilai tukar, namun Rupiah secara umum diharapkan lebih stabil untuk perencanaan keuangan investor yang lebih pasti.


Energi


Saat harga Dolar naik, harga minyak turun. Kenapa ini terjadi? Negara timur tengah dimana sebagai pengekspor minyak terbesar harus menjual lebih banyak minyak untuk mendapatkan jumlah Dolar yang sama. Hal ini dipengaruhi faktor Dolar sebagai mata uang perdagangan internasional.

Kemudian ada masalah biaya impor yang lebih tinggi, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, bisa mengunjungi artikel ini: Bagaimana Pengaruh Harga Minyak Terhadap Dolar Amerika.


Pekerjaan

Seperti yang disinggung sebelumnya, Rupiah yang terlalu kuat juga kurang baik bagi sektor bisnis dalam negeri. Terutama bisnis yang terkait dengan ekspor. Dalam jangka panjang, dengan biaya ekspor yang lebih tinggi, akan berakibat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terutama dengan adanya akses terdapat tenaga kerja luar negeri yang diberikan kemudahan seperti sekarang. Tenaga kerja asing menjadi lebih murah karena akan dibayar menggunakan mata uang yang lebih lemah.

Tidak hanya sampai disana, Rupiah yang kuat juga berakibat pada perusahaan yang mengurangi melakukan aktivitas ekspor. Dimana produk dan jasa mereka akan berkompetisi dengan barang impor yang lebih murah. Baja dan semen dari Cina misalnya, bisa sangat bersaing dengan produk Krakatau Steel dan Semen Indonesia, bahkan setelah ditambahkan biaya logistik dan pajak sampai masuk ke Indonesia.

Karena itu, berarti ada penurunan pemasukan perusahaan, dan berakibat pada pemutusan tenaga kerja bahkan sampai potensi kebangkrutan seperti yang dialami Krakatau Steel.


Investasi
Rupiah yang kuat bisa membatu atau bahkan merugikan pasar saham. Ada berbagai alasan dibaliknya. Yang pertama, investor akan masuk saat mereka berfikir bahwa ekonomi Indonesia sedang kuat. Seperti yang saat ini terjadi dan terus digalakkan oleh Menko Luhut Binsar Panjaitan. Termasuk dalam pasar saham. Yang berakibat pada kenaikan harga saham IHSG. Namun bisa jadi investor berfikir bahwa harga tersebut terlalu mahal, terutama disebabkan Rupiah yang menguat dibandingkan dengan mata uang negara investor.

Rupiah yang melemah bisa menguntungkan saham asing di Indonesia. Nilai tersebut bisa menjadi lebih mahal karena perbedaan nilai tukar. Saat Rupiah melemah, Ekspor akan meningkat dan secara langsung mengurangi impor karena barang impor menjadi mahal.


Perjalanan Luar Negeri

Nilai tukar Rupiah akan menentukan apa saja yang bisa Anda belanjakan di negara tujuan. Saat Rupiah menguat, Anda bisa belanja lebih banyak barang. Jika Rupiah turun nilainya, berarti barang-barang tersebut menjadi lebih mahal. Anda harus menyiapkan lebih banyak Rupiah untuk mendapatkan semua barang yang sama tersebut.



Ada cara untuk menghindari dampak nilai tukar dalam perjalanan Anda ke luar negeri. Untuk Indonesia, perjalanan ke negara ASEAN bisa jadi solusi. Karena sistem ekonomi dan pasar yang kurang lebih sama, faktor perubahan nilai mata uang sering kali lebih sedikit jika dibandingkan saat Anda pergi ke Amerika atau Eropa.







You Might Also Like

1 Comments